Talkshow 'Jangan Bugil Depan Kamera!' di K!ck Andy MetroTV
flickr:1285914733

Kegemaran Indonesia
adalah 'TO LEAD',
sok memimpin,
sok mengarahkan,
padahal kita mungkin
tak punya
satupun 'LEADER'!

25 Juli 2007 merupakan tanggal yang paling mengesankan bagi Tim Kerja Gerakan 'Jangan Bugil Depan Kamera!'. Betapa tidak, sebuah talkshow yang be-rating bagus dan sangat berwibawa di negeri ini, K!ck Andy MetroTV, memberikan konsern untuk mengundang kami sebagai narasumber. Tentunya sebagai pribadi-pribadi kami sangat berbahagia, ditambah dengan kenyataan (kami tidak menyangka sebelumnya!) bahwa gaya bang Andy sangat fun-&-warming, membuat kami serasa at home dan mendapat guru spiritual baru dalam gerakan ini. Bagi kampanye dan gerakan J.B.D.K juga undangan K!ck Andy ini sangat signifikan, mengingat inilah undangan pertama acara bertaraf nasional paling serius; yang bisa kami bayangkan juga pengaruhnya nanti bagi gerakan J.B.D.K dan sejenisnya, sehingga fenomena B.D.K khususnya, dan pornografi Indonesia umumnya mendapatkan tempat wacananya kembali yang lebih dewasa, proporsional dan menyatukan. Dan yang lebih penting, sebagaimana angle yang kami bidik: ..every voice should be counted! terutama yang selama ini sadar atau tak sadar terlupakan, yakni remaja, keluarga dan lingkungannya mendapat tempat sebagai subyek perbincangan. Problematika J.B.D.K sebagian besarnya melibatkan remaja, dan pengaruhnya yang paling besar adalah kepada mereka. Saya sempat bilang di tengah-tengah wawancara: Kegemaran Indonesia adalah 'TO LEAD', sok memimpin, sok mengarahkan, padahal kita mungkin tak punya satupun 'LEADER'! Kami mencoba yang lain: TO PACE the outcome how to limit the phenomenon of 'Nude on Camera', and generally to hinder pornography and its messages.

Sedikit tentang apa yang terjadi, yang kemungkinan akan ditayangkan nanti di K!ck Andy! sbb:

  • Acara dimulai dengan wawancara kepada 2 orang pelaku (korban?) B.D.K. Dua pelajar SMU dari Jawa Tengah, yang iseng bersama beberapa teman lainnya merekam dengan kamera ponsel acara mandi bersama (dan adegan-adegan syur lain) di sebuah rumah. Hasil rekamannya kemudian dibagi ke masing-masing ponsel dengan teknologi bluetooth. Sampai saat ini, 'persekutuan' pelajar putri ini merasa aman, mengingat 'persekutuan'nya menjaga ketat hasil rekaman itu untuk tidak sampai ke lain tangan. Hanya persoalan kemudian membayang: Ponsel salah seorang dengan isi rekaman tersebut tercuri/hilang entah ke mana. Menurut pengakuan mereka berdua, kini mereka baru tahu betapa berbahayanya keisengan mereka dulu merekam adegan-adegan B.D.K, Bagaimana kalau ternyata ujug-ujug muncul rekaman itu ke publik? Bagaimana hidup mereka, orang tua mereka, sekolah mereka, bahkan mungkin urusan dengan penegak hukum?!

  • Sesi ke-2 diisi dengan pemaparan dan penggalian inisiatif kampanye J.B.D.K dengan narasumber Sony Set (Ketua Tim Kerja Gerakan J.B.D.K), sekaligus launching buku "500+ Gelombang Video Porno Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera!" karya yang dipersembahkan Sony Set sebagai pertanggungjawaban dan riset awal Gerakan J.B.D.K. Di sesi inipun banyak sekali 'A Shocking Soda!' yang diungkap Sony Set berkenaan dengan fenomen B.D.K dan pornografi Indonesia, yang mungkin belum diketahui umum, atau walaupun telah menjadi pembicaraan umum tapi tidak disangka akan membawa konsekuensi dan logika yang dahsyat dalam kacamata strategi kebudayaan kita sebagai bangsa;

  • Sesi ke-3 ikut gabung Peri Umar Farouk, yang berinisiatif bersama-sama Sony Set mengembangkan lebih lanjut kampanye J.B.D.K, ke taraf yang lebih serius, sehingga bukan lagi sekedar menyematkan logo di website/blog serta pengucapan janji 'Tidak Bugil Depan Kamera!" Pertanyaan bang Andy kemudian lebih dipertajam di aspek legal fenomena B.D.K serta agenda Gerakan J.B.D.K, terutama dampak dan antisipasi ke depan dari fenomena B.D.K. Di sesi inipun pemirsa akan mendapat pencerahan berkaitan dengan teknologi informasi sehubungan dengan fenomena B.D.K dan pornografi dari Mbak Judith MS, dari Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI);

  • Sesi terakhir dihadirkan Femmy Permatasari, salah satu korban paparazzi kotor (kasus pencurian adegan bugil di Studio Budi Han). Pengalaman berkisar antara bagaimana pengaruh buruknya kejadian itu pada Mbak Femmy sendiri, suami dan keluarganya. Bahkan hampir setengah tahun keluarga mereka —meski yakin tidak bersalah dalam kasus itu, sengaja mengucilkan diri untuk meredakan pemberitaan dan menenangkan diri. Mbak Femmy sendiri adalah salah satu yang berinisiatif mengadukan kasus ini ke penegak hukum, dengan catatan: KOK TERNYATA HUKUMANNYA SEUPRIT! Dan tidak beruntungnya sampai saat ini ia dan keluarga masih terbayang-bayangi kejadian itu. Beberapa kali suaminya ditawari VCD Sabun Mandi (yang diduga di dalamnya ada rekaman bugil colongan terhadap Mbak Femmy); dan harus jadi perhatian kita semua: anaknya Mbak Femmy sudah berumur 6 tahun. Bayangkan kalau dia sempat melihat tayangan itu! Dengan sungguh-sungguh Mbak Femmy pun bilang: tolong Kick Andy jangan putar lagi casting colongan itu, meski sebagai feature atau background! Tolong jaga anak kami! Kini kami dari Tim Kerja Gerakan J.B.D.K pun ikut berteriak meminta bantuan: "Tolong jaga anak Indonesia!" Mungkin bukan hanya kepada MetroTV, tapi kepada semua media…

  • Terakhir, Sony Set menutup talkshow kali ini dengan tips untuk tidak terjerumus menjadi korban B.D.K, dan sempat-sempatnya membacakan janji:

DEMI MASA DEPAN KITA DAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK
KAMI BERJANJI
TIDAK AKAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!

Demikian rekan sekalian. Jangan lewatkan untuk menonton tayangannya di minggu ke-2 Agustus ini di K!ck Andy MetroTV.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-Share Alike 2.5 License.