Ditemukan Empat Judul Video Porno RSCU

Kediri (ANTARA News) - Tim Kuasa Hukum Universitas Islam Kadiri (Uniska) menemukan adanya empat judul tayangan video porno yang pelaku dan gambarnya sama persis dengan adegan dalam cakram digital (VCD) adegan mesum bertitel "Reality Show Cah Uniska" (RSCU).

"Pelaku dan gambarnya sama dengan adegan yang ada dalam Reality Show Cah Uniska, tapi judulnya berbeda-beda. Dalam investigasi kami, ada tiga judul lain dengan gambar dan pelaku yang sama," kata Kuasa Hukum Uniska, Emy Puasa Handayani SH, di Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Ia menyebutkan, tiga judul berbeda namun pelaku dan gambarnya sama persis dengan RSCU tersebut adalah, "Arek Jakarta", "Lokal Membara", dan "ML Pake Bra Merah, Wooow" yang semuanya dibuat pada 15 Juli 2006.

Bahkan, menurut dia, sejumlah VCD dengan tiga judul berbeda itu kini tersimpan di Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Kediri sebagai barang bukti saat melakukan razia VCD porno pada bulan Oktober 2006.

Oleh sebab itu, Emy berkesimpulan bahwa pelaku adegan porno dalam VCD berjudul RSCU itu bukanlah mahasiswi Uniska.

"Dan, ini sudah kami teliti mulai dari penelusuran data base mahasiswa dan alumni sampai melakukan konfirmasi kepada para dosen pengajar di beberapa jurusan, kalau-kalau ada mahasiswi yang wajahnya sama persis dengan pelaku dalam VCD tersebut," ujarnya menegaskan.

Emy menilai, beredarnya VCD porno berjudul "RSCU" itu sebagai tindakan pencemaran nama baik terhadap perguruan tinggi swasta yang didirikan salah seorang ulama yang juga tokoh sebuah partai politik di Jawa Timur (Jatim).

Oleh karena itu, pihaknya melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian, agar memburu pelaku yang mengedarkan RSCU yang kian menyebar di tengah masyarakat.

Ia menyatakan, tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran pasal 282 KUHP tentang pornografi, dan pasal 310 tentang pencemaran nama baik.

Menurut dia, peristiwa ini sangat berpengaruh terhadap reputasi Uniska, terutama dalam menghadapi pendaftaran mahasiswa baru pada pertengahan tahun ini.

Namun demikian, ia menambahkan, kasus ini sama sekali tidak memengaruhi kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi swasta yang memiliki 1.462 mahasiswa Strata-1 dan 120 mahasiswa Pasca-Sarjana itu. (*)

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-Share Alike 2.5 License.